Tahun Baru yang Hampir Setengah Tahun



It's been ages, jujur aku nggak tahu harus mulai dari mana, dan diawali dengan apa. Tapi ya sudahlah, kita mulai aja dari sini. Dan seperti sebelumnya "yang penting nulis aja".

And I'm finally back. Tulisan pertama di 2026 yang sudah berjalan hampir setengah tahun ini.

Dibilang berat juga tidak, karena pastinya banyak yang menjalani hari-hari yang lebih berat. Kalau dikatakan mudah juga nggak sih, karena ya, pasti tidak ada yang mulus bak kisah di sinetron.

Jadi bisa dibilang seru sih, menyenangkan juga dan penuh tebakan. Ya, kalau tebakannya dan langkahnya benar ada kejutannya baiknya. Tapi kalau tebakannya salah, langkahnya apalagi, ya gitu deh, ada pengalamannya. Hehe

Beberapa orang terlihat sangat hebat karena berhasil melejit dengan ambisinya. Tapi beberapa lagi juga membuat aku sangat kagum karena mereka tidak pernah jenuh dan menyerah dengan tujuannya meskipun jalannya makin hari semakin curam dengan tingkat kesulitan yang semakin naik.

Tapi anehnya, meskipun tantangannya tambah besar, maka alasan dan cara mereka untuk sampai ke tujuannya juga semakin beragam. 
Dan yap, mereka kadang mengeluh tapi tidak berhenti di "keluhan" itu.

Diantara beberapa orang itu ada yang mengatakan jika mereka sangat bersyukur jika bertemu dengan seorang yang mau menempatkan diri sebagai pendengar.

Tapi mayoritas dari mereka bilang kalau bertemu dengan orang-orang yang mau saling mendengarkan dan memberi masukan satu sama lain adalah keberuntungan yang sangat besar. 

Tanpa ada ungkapan "aku lebih hebat" atau "aku lebih tidak beruntung", hanya kepercayaan tanpa harus merasa berkompetisi satu dengan yang lain.
Mereka senang jika seseorang mendapat hal baik dan mereka ada serta hadir jika yang lain sedang dalam titik terburuk.

Pastinya dunia sangat damai jika seluruh manusia setenang itu. 

Hampir setengah tahun, dan tentunya banyak beragam jenis manusia yang dikenal, lihat, bahkan sekadar berpapasan.

Beberapa orang lainnya ternyata, memilih berhenti saat berada ditengah tantangan hidup mereka. Beragam, ada yang jeda sejenak dan ada juga yang menyerah karena kwalahan dengan tebakan yang sedang mereka coba pecahkan. Katanya terlalu sulit.

Dua pilihan itu sebenarnya sama, tapi ada atau tidaknya dorongan dari orang lain membuat pilihan itu menjadi dua pilihan yang akhirnya berbeda. 

Mereka yang dikelilingi orang baik, akan di ditarik dari jedanya. Namun mereka yang merasa sendirian akan luput dalam jeda itu selamanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adalah Pokoknya

(Bukan) Hidup untuk sekedar hidup