Postingan

Menampilkan postingan dengan label kisah

Tahun Baru yang Hampir Setengah Tahun

Gambar
It's been ages, jujur aku nggak tahu harus mulai dari mana, dan diawali dengan apa. Tapi ya sudahlah, kita mulai aja dari sini. Dan seperti sebelumnya "yang penting nulis aja". And I'm finally back. Tulisan pertama di 2026 yang sudah berjalan hampir setengah tahun ini. Dibilang berat juga tidak, karena pastinya banyak yang menjalani hari-hari yang lebih berat. Kalau dikatakan mudah juga nggak sih, karena ya, pasti tidak ada yang mulus bak kisah di sinetron. Jadi bisa dibilang seru sih, menyenangkan juga dan penuh tebakan. Ya, kalau tebakannya dan langkahnya benar ada kejutannya baiknya. Tapi kalau tebakannya salah, langkahnya apalagi, ya gitu deh, ada pengalamannya. Hehe Beberapa orang terlihat sangat hebat karena berhasil melejit dengan ambisinya. Tapi beberapa lagi juga membuat aku sangat kagum karena mereka tidak pernah jenuh dan menyerah dengan tujuannya meskipun jalannya makin hari semakin curam dengan tingkat kesulitan yang semakin naik. Tapi anehnya...

Teruntuk Sebuah Nama

Gambar
Teruntuk sebuah nama, Setelah beberapa masa, akhirnya kita bertemu kembali. Dengan nuansa yang mungkin juga masih sama-sama kita suka. Namun bedanya jika dulu kita bisa bertegur sapa, Saat ini bahkan aku tak sanggup bahkan hanya untuk sekedar menyapa. Namun aku begitu senang melihat mu sekilas, Seolah sedang tidak menyadari keberadaanmu. Teruntuk Seseorang yang memiliki nama tersebut. Aku harus jujur jika sebenarnya aku tak setenang itu, Jika, kau memperhatikanku. Jiwaku menuntut untuk lari sejauh-jauhnya, dan otak ini selalu memusatkan perhatian mataku pada posisimu. Aku takut, perasaan-perasaan diluar kendali itu kembali lagi. Sementara beberapa saat yang cukup lama kemarin, Dalam perjalanan melupakanmu saja, rasanya hari-hariku benar-benar sudah sangat kacau. Hingga akhirnya aku sudah mulai lupa bagaimana suaramu, dan seperti apa senyumanmu itu. Tapi sialnya beberapa saat saja bertemu setelah semua itu, Menyadarkan ku, jika ternyata aku benar-benar masih menyimpan segala...

Seumpama Ombak

Gambar
Hempasannya bak penari yang menyenangkan mata. Suara peraduannya menjadi pemenang pikiran dan indera pendengaran. Menenangkan!  Sehingga orang-orang selalu mengatakan "Aku selalu menyukai pantai karena ombaknya sangat menenangkan" Kasihan ombak. Orang-orang menikmati suaranya sembari menutup mata. Sayangnya mereka tidak bisa melihat, jika suara yang mereka nikmati berasal dari ombak yang menghempaskan dirinya pada susunan batuan dan merelakan diri terbentur begitu keras. Semakin keras ia menghantam batu semakin bertambah indah pula bunyinya. Seumpama Ombak. Pasrah dan mengikuti takdir. Seumpama Ombak yang kesakitannya begitu dinikmati. Dan seumpama Ombak yang sepertinya senantiasa bahagia menjalani realita Serta setia menjadi pelarian siapa saja.

Kembali "Asing"

Gambar
Baik-baik selalu ya disana. Turut gembira karena endingnya ternyata bahagia. Aku senang dibeberapa waktu dulu bisa turut menjadi pemeran. Ceritanya ternyata berakhir seperti salah satu ending yang aku harapkan. Dan aku tahu ini satu-satunya akhir yang begitu kau idam-idamkan. Sudah saatnya bagi kita untuk kembali asing. Terima kasih sudah membawaku dalam kisah itu meski sebentar. Sepertinya bagiku cukup sekali itu saja bergabung dalam kisahmu. Alurnya terlalu indah hingga butuh waktu lama bagiku untuk keluar dari memori itu. Iya, cukup menjadi pengalaman pertama dan terakhir menjadi seorang pelakon tambahan. Tak mudah untuk tiba-tiba masuk dan harus pergi tanpa terlibat hingga usai. Aku harus menonton kisah dari awal, memahaminya sembari mempelajari segala hal. Dan tidak mengasikan jika harus menjadi penonton sementara kau tahu jika kisah itu juga milikmu. Aku hanya merasa lebih menyenangkan jika meyelesaikan ceritaku sendiri.

Anggap Saja Paham

Gambar
Hay kamu.. Iya, kamu salah satu dari orang-orang yang membaca ini. Bagaimana kabarmu?  Baik pastinya, benarkan dugaanku? Sudah, tidak usah di jawab. Aku hanya ingin bilang maaf. Alasannya, jangan kamu pikirkan. Sebelumnya aku juga mau berterima kasih kepadamu. Nah untuk yang ini kamu wajib tahu alasan terima kasihku. Terima kasih ya sudah menjadi kenangan Kenangan yang begitu berharga ya walaupun hanya bagiku. Bukan, jangan langsung berpikiran kesana. Jadi gini, dulu aku secara diam-diam sangat sering mencuri ilmu darimu. Bukan! Bukan ilmu teori namun pengalaman-pengalaman dari setiap cerita yang luar biasa yang sering kau ceritakan. Saran-saran logis yang menjadi jalan keluar untuk setiap permasalahan dimasa itu yang begitu berguna hingga saat ini. Dan segala hal yang aku anggap begitu membekas. Kalau kita ada diruang yang sama untuk waktu yang juga bersamaan, aku ingin menceritakan banyak hal. Bercerita tentang betapa menyenangkan tantangan dimasa ini bagiku. Ya, mesk...

Untuk Masa yang Akan Datang

Gambar
( foto: google.com ) Untuk semua teman-temanku Dear kalian, entah kamu yang mengenalku semenjak kecil Atau sejak sekolah dasar, SMP, SMA, Kuliah, di tempat kerja dan lainnya Kalian yang sudah tahu bagaimana karakter asliku Ataupun kalian yang hanya sempat mengenalku sebagai seorang yang baik atau buruk sekalipun Kalian yang tidak segan memanggilku dengan panggilan aneh Ataupun kalian yang terbiasa memanggil namaku dengan baik Kalian yang sudah mau berbagi cerita dan kisah denganku Ataupun kalian yang hanya sempat berkomunikasi denganku beberapa saat saja Aku cuma mau bilang jika aku punya sebuah harapan untuk aku dan kalian Umur kita sudah tak belia lagi, untuk selanjutnya pasti akan terus menua Arah kita suatu saat juga akan berbeda Bahkan mungkin sudah berbeda dalam menentukan hidup masing-masing  Mungkin yang masih bersamaku hanya teman-teman yang kini sama-sama dibangku perkuliahan Tapi, sebentar lagi semuanya juga akan hengkang pada masanya Nanti jika seandainya kita t...

Jauh Mendekatkan (Alumni Part 1)

Gambar
Jauh Mendekatkan Dulu saat masih SMA pasti sempat berdoa, semoga cepat tamat. Apalagi kalau kamu lagi ada masalah sama orang-orang disana. Rasanya ingin bilang “Duh kenapa sih hidup ini berputar-putar antara mereka aja,” Akhirnya saat sudah lulus dan cerita seputar putih abu-abu selesai, kamu bakalan sering bilang. “Perasaan baru kemarin ikut MOS, kangen juga sama mereka, kapan ngumpul ya?, kalau ngumpul bakalan kayak dulu atau gimana? Salah satu momen yang paling kamu tunggu-tunggu dulu setelah ujian pasti jalan-jalan sama perpisahan. Kemana-mana selalu ambil foto bersama, itupun nggak sekali cekrek, tapi berkali-kali. Apalagi saat perpisahan, yang awalnya pagi bahagia karena kata sekolah hari itu adalah hari untuk kelas tiga, sorenya pasti mewek semua, plus lagu-lagu yang dinyanyiin ngena banget saat itu. Awalnya nyanyi santai lalu bengong beberapa saat dan itu masih bisa mengiringi lagu yang sedang dinyanyikan. Hingga akhirnya ada genangan air mata sembari plangak-plongo melih...