Postingan

Menampilkan postingan dengan label catatan

Nyatanya Begitu

Gambar
Bagaimana mungkin aku tak jatuh hati padamu, Mengetahui jika kau kembali saja bahkan bukan dari mu langsung membuat aku begitu bahagia. Bagaimana bisa aku sejatuh ini?  Akupun juga tak paham Padahal waktu sudah lama membuat kita berjarak Jarak sudah cukup jauh membuat kita terpisah  Dan aku yakin, orang-orang lain sudah banyak singgah dihati kita masing-masing. Entah kenapa,   Aku bingung dengan hatiku sendiri, masabodoh lah dengan hatimu.  Karena aku tau semua hal buruk tentang kamu,  Segala hal yang biasanya membuatku tidak senang jika dilakukan oleh orang lain.  Tapi entah kenapa, yang jelas kini aku rencanakan banyak kemungkinan yang bisa mempertemukan kita.  Anggap saja tidak sengaja yang aku sengajai.  Kau dengan hatimu yang biasa Dan aku dengan perasaanku yang ku usahakan nampak biasa saja.  Bahagia selalu agar aku turut berbahagia.

Selamat Malam

Gambar
Anggap saja aku tengah berbicara langsung dihadapanmu. Atau paling tidak anggap aku mengucapkannya dari jarak yang tak begitu jauh. Pun nyatanya tak akan ada peluang lagi untuk sebuah jumpa. Ataupun saling berbicara yang rasa-rasanya jauh lebih tak mungkin lagi. Ucapan selamat malam dariku itu, boleh kau anggap salam pembuka atau kau anggap ucapan perpisahan juga tak masalah. Salahnya cuma ada padaku. Mengucapkan sesuatu yang tidak jelas kemana harus aku sampaikan tujuannya. Selamat malam, kau tahu? Aku hanya tak sengaja melihat sebuah buku yang senang kau baca berulang-ulang.  Mungkin jika bertemu, persis seperti itu yang akan aku katakan, berharap menjadi obrolan panjang yang akan berakhir lama. Selamat malam, kau tahu? Bahkan buku kesukaanmu juga bisa menjadi bacaan favoritku. Kataku, menutup kumpulan kertas tertata itu setelah semua halamannya berakhir. Sedikit saja yang beda, jika kamu membacanya dengan hati yang penuh suka, entah kenapa aku tak terbawa dalam endin...

Hal-hal yang seharusnya tidak dipikirkan

Gambar
Menjadi berbeda sepertinya harus selalu jadi catatan penting untuk selalu diingat, agar bisa dicentang disetiap diakhir tahun. Entah itu dengan memakai warna yang paling tidak disukai semua orang ditengah banyaknya warna-warna favorit, mempelajari hal-hal yang dianggap sulit, atau bahkan melakukan hal-hal yang lebih tidak masuk akal lainnya. Kali ini sebenarnya ada begitu banyak eksperimen yang harus dicoba sendiri, namun entah kenapa semakin lama dengan seiring pergantian tahun, sepertinya menjadi tak terbatas dalam tanda kutip, sepertinya untuk saat ini lebih menantang. Sepertinya menyenangkan menjadi manusia yang mampu mengatasi segala hal, dan mengetahui semuanya dalam konteks pengetahuan sebagai makhluk Tuhan. Tapi untuk menandai catatan penting itu memang harus dengan melakukan hal yang terukur, entah itu bisa dilihat, dinilai atau bahkan dibandingkan dan hal lainnya atau sebelumnya dan tentu ini tepat dinamai dengan catatan menjadi berbeda atau "limited edition...

Seumpama Ombak

Gambar
Hempasannya bak penari yang menyenangkan mata. Suara peraduannya menjadi pemenang pikiran dan indera pendengaran. Menenangkan!  Sehingga orang-orang selalu mengatakan "Aku selalu menyukai pantai karena ombaknya sangat menenangkan" Kasihan ombak. Orang-orang menikmati suaranya sembari menutup mata. Sayangnya mereka tidak bisa melihat, jika suara yang mereka nikmati berasal dari ombak yang menghempaskan dirinya pada susunan batuan dan merelakan diri terbentur begitu keras. Semakin keras ia menghantam batu semakin bertambah indah pula bunyinya. Seumpama Ombak. Pasrah dan mengikuti takdir. Seumpama Ombak yang kesakitannya begitu dinikmati. Dan seumpama Ombak yang sepertinya senantiasa bahagia menjalani realita Serta setia menjadi pelarian siapa saja.

Lebih Tepatnya Minder

Gambar
Berada dilingkungan baru sepanjang 2023 ini memberikan pembelajaran yang cukup berbeda. Benar-benar berbeda. Baik orangnya, suasananya, kebiasaannya hingga pembahasan yang selalu diulang-ulang benar-benar membuat orang baru ini harus berani berjalan sembari meraba-raba. Menemukan banyak orang baru dengan definisi keren yang jauh berbeda dari pandangan sebelumnya. Sungguh, aku sedikit minder dan merasa kerdil jika harus duduk bersama dengan mereka. Untuk saat ini insecurenya bukan lagi soal apa yang mereka kuasai, pemahaman yang mereka miliki ataupun aktivitas yang mereka jalani. Namun lebih ke bagaimana mereka bisa terlihat begitu bahagia dengan kegiatan yang jika orang baru ini cobapun tak semenyenangkan itu. Mindernya bukan lagi soal kehebatan dan hal yang bersifat menteri. Tapi entah kenapa orang baru ini sangat-sangat merasa kerdil jika duduk dan bercengkrama dengan mereka. Sudut pandang yang sebenarnya biasa-biasa saja, namun entah kenapa justru meskipun bisa menyamai ...

Aku Sedikit Bangga

Gambar
Aku sedikit bangga pada diriku akhir-akhir ini. Bangga dengan caraku menangani hidup belakangan ini. Bangga dengan setiap hal positif yang jauh lebih banyak kulakukan akhir-akhir ini. Dan yang terpenting, aku begitu bangga bisa memberi jarak bagi hal dan orang-orang yang hanya memberiku dampak buruk. Hingga aku merasa harus bangga karena sudah bisa membanggakan diri sendiri. Aku sedikit bangga dengan diriku sendiri saat ini. Bangga karena mulai bisa menurunkan ego untuk hal yang sebenarnya menyakitkan jika harus aku lakukan. Bangga karena tak merasa rendah meskipun sedang membiasakan merendah. Dan yang jelas aku juga sedikit bangga sebab menikmati rasa sakit yang ku lalui. Aku sedikit bangga dengan diriku, Sebab orang-orang disekitarku melihat aku sangat berbahagia. Aku sedikit bangga pada diriku saat ini, Bangga karena selalu melihat semuanya akan baik-baik saja, meskipun aku berupaya kuat menyeka air mata karena melawan segalanya. Aku benar-benar sedikit bangga pada dirik...

Bukan Keluhan

Gambar
Ombak yang menenangkan, angin yang menyejukan dan panorama yang memanjakan mata. Bahkan airnya yang tetap sejuk ketika menyentuh kaki meskipun panas begitu terik.  Ingat, ini bukan sajak! Jadi membacanya biasa saja :v  Aku hanya sedang membayangkan tengah melupakan semua isi dunia dan sejenak berdialog dengan diri sendiri. Selalu berada diantara pilihan tentu mewajibkan untuk harus menempatkan diri pada satu diantanya. Entah kenapa hidup harus selalu tentang ini atau itu. Rasanya jika hanya dipikiran justru akan semakin membuat pilihannya semakin rumit, akan ada-ada saja berbagai pertimbangan yang entah darimana. Ketika memilih itu entah sebab apa rasa-rasanya suara dari diri yang datangnya entah dari mana bilang "E coba pikirkan lagi," Pun saat mentapkan pilihan pada ini, mereka yang diluar diri yang malahan berkoar "Yakin mau ini? Gak itu aja?" Tidak diri, tidak mereka sama saja. Sama-sama membuat bingung. Hehe becanda kok, ya iyalah namanya juga hidup...