Postingan

Menampilkan postingan dengan label diary

Tahun Baru yang Hampir Setengah Tahun

Gambar
It's been ages, jujur aku nggak tahu harus mulai dari mana, dan diawali dengan apa. Tapi ya sudahlah, kita mulai aja dari sini. Dan seperti sebelumnya "yang penting nulis aja". And I'm finally back. Tulisan pertama di 2026 yang sudah berjalan hampir setengah tahun ini. Dibilang berat juga tidak, karena pastinya banyak yang menjalani hari-hari yang lebih berat. Kalau dikatakan mudah juga nggak sih, karena ya, pasti tidak ada yang mulus bak kisah di sinetron. Jadi bisa dibilang seru sih, menyenangkan juga dan penuh tebakan. Ya, kalau tebakannya dan langkahnya benar ada kejutannya baiknya. Tapi kalau tebakannya salah, langkahnya apalagi, ya gitu deh, ada pengalamannya. Hehe Beberapa orang terlihat sangat hebat karena berhasil melejit dengan ambisinya. Tapi beberapa lagi juga membuat aku sangat kagum karena mereka tidak pernah jenuh dan menyerah dengan tujuannya meskipun jalannya makin hari semakin curam dengan tingkat kesulitan yang semakin naik. Tapi anehnya...

Adalah Pokoknya

Gambar
"2025 ngapain aja? " "Adalah Pokoknya" Tahun dimana tetap nampak hidup, tapi tanpa ragu aku katakan, tak ada satu orangpun yang tahu persis bagaimana perjalanannya, usaha-usahanya, kegagalannya, dan hal-hal baik sepanjang tahun ini.  Tak ada perayaan, tak ada kesedihan, namun bisa dibilang tenang dan menyenangkan, serta menjadi tahun tanpa merasa berkecil hati sedikitpun. Orang-orang baik, hal baik, dan sejauh ini bisa menyelesaikan beberapa teka-teki, serta cobaan hidup dengan cukup baik menjadi salah satu pencapaian terbaik ditahun ini. Rasanya? Ya, jangan ditanya lagi. Belum puas, namun juga tak mengecilkan diri sendiri, toh hari-hari berikutnya masih ada, jika Tuhan memberikan umur yang panjang. Memang tidak mungkin semua keinginan-keinginan itu terwujud sekaligus, karena yang akan dijadikan pelajaran untuk hidup bukan "Apa" namun "Bagaimana" nya. Jadi jika ditanya, 2025 ngapain aja,  Ya, adalah Pokoknya. Karena tidak semua hal ha...

(Bukan) Hidup untuk sekedar hidup

Gambar
"Mencoba hidup untuk sekedar hidup" Yap, kalimat yang bisa saja memiliki dua defenisi yang saling bertolak belakang tergantung siapa dan bagaimana situasi manusia yang berpegangan pada nya.  Artian pertama bisa saja ditujukan pada manusia yang belum bahkan tidak memiliki tujuan hidup. Manusia tanpa proyeksi jangka panjang dan pendek yang dijadikan tujuan untuk terus memperbaiki kehidupan.  Dan pemaknaan selanjutnya untuk manusia yang sudah merasa puas dengan segala hal yang ia terima dalam kehidupannya, sehingga ia hanya butuh aktivitas tanpa memusingkan kegiatan tersebut hanya berulang atau tidak.  Bagi mereka yang berada disalah satu situasi tersebut, harusnya itu tak akan jadi masalah ataupun menjadi beban pikiran.  Namun bagi orang-orang diluar situasi tersebut pastilah menjadi siksaan tersendiri baginya.  Manusia diberi hak untuk memilih, dan pilihan tersebut dianugerahi akak dan hati untuk memandunya. Setiap orang memiliki kewajiban sendiri untuk dirinya y...

Yang Membersamai Langit

Gambar
(cukup baca saja jangan dipikirkan, nanti pusing) Langit yang ku kira akan runtuh Ternyata masih saja kokoh  Masih tinggi dan tetap tak bisa aku jangkau.  Ternyata hujan, badai dan petir kemarin yang ku kira dapat menghancurkan langit itu rupanya adalah bagian dari langit. Bulan dan bintang-bintang yang mendadak lenyap kemarin juga perlahan dan satu persatu muncul kembali, dengan rasi bintang yang berbeda dari sebelumnya. Lebih terang, lebih indah dan lebih berdekatan. Aku kira langit akan selamanya hitam karena hujan, badai dan petir itu. Rupa-rupanya bulan dan bintang itu tak pernah hilang dari langit, mereka hanya tersembunyi dan membiarkan cuaca mengatur keberadaanya sebagaimana harusnya. Entah apa maksudnya, aku tebak saja, ternyata tak bisa-bisa. Langit sekarang indah, tapi tetap saja formasi bulan bintang sebelumnya belum bisa terlupakan, butuh pembiasaan, mungkin butuh beberapa waktu.

Patah yang Tumbuh

"Ketika seseorang benar-benar siap untuk sesuatu, sesuatu itu pasti akan datang" Lagi, kalimat itu yang ku temui di patah part ini. Entah kenapa beranda sosial media sepertinya mendadak menjadi peramal yang seolah tau isi hati dan keadaan manusia yang menggunakannya. Hah, sekali lagi, patah yang menumbuhkan banyak cabang harapan dan peluang baru. Bahkan mungkin cabang-cabang ini akan patah lagi sebanyak yang baru tumbuh ini. Pernah ingin memotong habis cabang yang patah ini, tapi aku tak punya alasan untuk membuatnya tak tumbuh lagi.  Cabang-cabang yang patah itu kini membuat banyak cabang baru dan menjadikan pohonku lebih rindang dari sebelumnya.  Ya, aku merasa menjadi lebih baik dari diriku yang sebelumnya setelah mengikhlaskan patah-patah yang sudah berlalu.  Aku juga menjadi terbiasa membandingkan diri ku hari ini dengan siapa aku kemarin, bukan membandingkan aku dan bagaimana orang lain hari ini. Bahkan harusnya saat ini aku terpuruk, meratapi bagian "patah" y...