Dompet Kosong
Penvill's- Siapa yang tak mau hidup di ibu kota, tempat dimana setiap ruas tanah diagungkan karena dihuni gedung-gedung tinggi bertingkat dengan segudang lapangan pekerjaan, dimana sekolah-sekolah berjejeran dengan akreditasi yang membanggakan serta menjadi incaran setiap tamatan-tamatan dimanapun berada. Dengan jumlah populasi manusia yang padat tentunya sangat mudah mengembangkan sebuah usaha baru. Setidaknya seperti itulah wajah ibu kota yang kulihat saat ingin dan pertama kali memulai kehidupan disini dulunya. Kehidupan sebagai mahasiswa yang hanya bermodalkan untung untuk mengadu nasib selama empat tahun ke depan. Aku memang bangga karena Tuhan memilihku diantara ribuan pendaftar lainnya untuk berkuliah ditempat yang aku inginkan ini. Memiliki darah keturunan minang setidaknya sudah cukup bagi seorang anak laki-laki yang baru tamat dari jenjang SMA sepertiku untuk hidup mengingat masyarakat kami memang disebut perantau dan berhasil bertahan hingga sukses diperantau...