Selamat Malam
Atau paling tidak anggap aku mengucapkannya dari jarak yang tak begitu jauh.
Pun nyatanya tak akan ada peluang lagi untuk sebuah jumpa.
Ataupun saling berbicara yang rasa-rasanya jauh lebih tak mungkin lagi.
Ucapan selamat malam dariku itu, boleh kau anggap salam pembuka atau kau anggap ucapan perpisahan juga tak masalah.
Salahnya cuma ada padaku.
Mengucapkan sesuatu yang tidak jelas kemana harus aku sampaikan tujuannya.
Selamat malam, kau tahu?
Aku hanya tak sengaja melihat sebuah buku yang senang kau baca berulang-ulang.
Mungkin jika bertemu, persis seperti itu yang akan aku katakan, berharap menjadi obrolan panjang yang akan berakhir lama.
Selamat malam, kau tahu?
Bahkan buku kesukaanmu juga bisa menjadi bacaan favoritku.
Kataku, menutup kumpulan kertas tertata itu setelah semua halamannya berakhir.
Sedikit saja yang beda, jika kamu membacanya dengan hati yang penuh suka, entah kenapa aku tak terbawa dalam ending bahagianya.
Padahal katamu, kisah yang baik harusnya memang seperti itu.
Jika bisa, sebenarnya ada satu hal yang sangat ingin aku katakan.
Tapi sepertinya sulit.
Ya sudah, selamat malam.
Semoga hari-hari mu selalu membahagiakan.
Komentar
Posting Komentar