Space (Ruang/Jarak)
Siapa yang menginginkan jarak? Apalagi sepasang insan yang sedang di mabuk asmara mereka akan sangat menangisi jarak. Bukan hanya itu jarak juga mebuat semuanya menjadi lebih sulit komunikasi yang langsung karena jarak harus melalui perantara sebut saja handphone jika tidak memerlukan pulsa pengeluaran akan dibutuhkan untuk membeli kuota internet. Belum lagi sinyal atau jaringan di beberapa daerah adalah salah satu sahabat karib jarak yang sangat disebalkan kebanyakan orang.
Di luar semua itu yang saya bicarakan disini bukanlah jarak yang
seperti saya ungkapkan tadi, jarak di sini space yang ada di keyboard laptop,
atau komputermu. Saya hanya igin bilang bahwa tidak semua jarak itu menyebalkan
seperti yang dirasakan sepasang kekasih tadi. Ketika kamu menulis atau mengirim
pesan jarak itu berguna agar kamu nyaman dan mudah mengoreksinya, selain itu
jarak membuat tulisanmu menjadi indah dan enak untuk dibaca orang lain. Jadi,
jika berdasarkan sudut pandang ini apakah jarak itu menyebalkan atau baik?
Saya juga tidak akan mengajak kamu untuk menulis atau mengirimkan
pesan saat ini juga untuk membuktikan yang saya katakan itu adalah benar
adanya. Jarak di sini menuntut kamu untuk berpikir positif dan memaknainya.
Contohnya jarak antara sepasang kekasih tadi, memang menyebalkan bagi mereka
tapi positifnya hal tersebut akan memperlihatkan bagaimana komitmen
masing-masing dalam sebuah hubungan.
Dalam pergaulan ternyata kita juga perlu membuat jarak, apakah itu
dengan makhluk hidup atau dengan benda mati sekalipun. Tujuannya hanya satu
untuk membuat hidupmu seimbang dan damai.
Pertama jarak dalam pertamanan, kamu perlu mengatur jarak dengan
orang-orang yang ketika berada didekatnya kamu merasa insecure. Bukan
menjauhinya tapi jarak disini adalah dengan tidak terlalu mengikuti gaya hidup mereka,
ketika kamu terus menerus bersama mereka sementara kamu tidak nyaman hal itu
hanya akan membuat kamu melukai psikologis kamu sendiri, membuat kamu tidak
percaya diri dan selalu berada dibawah bayang-bayang mereka.
Ke dua, jarak dalam bermedia. Masih sama dengan yang pertama tadi
namun hasil akhirnya kamu akan larut dalam perbandingan antara hidupmu dan
teman dunia mayamu. Kita sama-sama tahu tak akan ada orang yang akan menupload
hal buruk dan tidak menyenangkan dari dirinya di media sosial, postingan mereka
hanya berkisar antara jalan-jalan, dan segala hal yang baik-baik.
Saya pernah melihat postingan seseorang yang saya follow akun
instagramnya dengan niatan awal hanya iseng. Namun entah kenapa setelah melihat
semua postingannya saya jadi bertanya “Ini orang hidupnya bahagia banget sih,
jalan-jalan melulu,” dan saya sadar itu artinya iri dan mulai menyalahkan
kehidupan saya sendiri.
Jadi space di sini maksud saya agar kamu lebih fokus dengan diri
sendiri, dan dirimu kedepannya, kalau ada akun yang bikin kamu seperti itu
lebih baik jangan ikuti mereka lagi.
Ke tiga, jarak untuk rutinitas. Kamu tau mungkin rutinitasmu
sehari-hari menguras tenaga dan otak baik itu belajar maupun bekerja. Bukan
berarti saya menyerankan kamu untuk berhenti kuliah ataupun berhenti bekerja.
Jarak disini adalah meluangkan waktu untuk bersantai seharian atau melakukan
hobimu yang selama ini tersingkirkan karena padatnya pekerjaan dan perkuliahan.
Luangkan saja hari minggumu untuk hal itu dan lupakan sejenak tugas dan
pekerjaanmu agar kamu tidak stres dan bosan dengan hidupmu.
Ke empat, cobalah melakukan hal-hal yang biasa kamu lakukan bersama
temanmu sendirian, cobalah untuk menonton, shopping hingga makan di kafe
sendirian. Kamu akan merasakan ketenangan dan kedamaian meskipun kamu berada
ditengah keramaian.
Komentar
Posting Komentar