Stop

Tulisan ini mengandung curahan kekesalan harap maklumi aja.

Kesan penutup untuk hari ini menjadi mengesalkan, padahah seharian tadi adalah waktu-waktu yang menyenangkan.

Kenapa orang harus menganggap kamu penting?
Apakah setiap apa yg kamu katakan harus ditanggapi?
Jika orang sibuk saat kamu luang apa itu artinya mereka menganggapmu tak berarti?
Sejak tadi aku berpikir keras untuk hal ini.

Diskusi rencana kebersamaan di grup adalah hal yang begitu awam. Punya plannig A, B, C hingga Z sudah menjadi hal yang wajar.
Semua berjalan baik hingga salah satu dari penghuni grup ngechat penghuni grup yang lain dan bilang.

"Keberadaan gue kayaknya gal penting, tiap gue balas chat di grup gak ada yang nyaut lagi setelah itu, kalian-kalian ajalah yang ngumpul," 

Setiap kita pasti pernah berpikiran demikian merasa menjadi orang yang paling tidak penting, paling tidak diakui keberadaannya.
Untuk menguatkan penghuni grup yang mengatakan hal demikian tadi, dia yang menjadi tempat pengaduan akhirnya mengatakan keluh kesah tersebut pada penghuni grup lainnya secara pribadi.
Akhirnya dengan otomatis semuanya tersetting dengan sendirinya.

"Kita semua wajib datang ya, kan udah lama gak ketemu,"
Dan akhirnya penghuni grup tadi bilang. "Ahh bulshit," 

Kata itu berhasil membuat penutup hari ini menjadi tidak baik, padahal seharian tadi begitu menyenangkan rasanya.
Aku akui setiap manusia pasti akan merasa menjadi orang "paling teraniaya" dalam hidup ini. Dan itu benar.

Ketika tetap ada dalam perasaan itu dunia hanya akan terlihat kejam. Dan kekejaman diri sendiri pada orang lain akan tidak bisa dilihat.

Dari selama menjadi makhluk sosial (manusia) aku mau bilang apa yang aku pahami dan pegang selama ini.
Stop mengharapkan reward dari orang lain, jangan mengharapkan keadaan kita dianggap penting oleh orang lain. Karena manusia bukan tempat menaruh harapan.

Aku selalu percaya kamu akan dianggap penting jika kamu sendiri menganggap dirimu penting. Kamu akan dianggap ada ketika kamu menganggap orang lain ada. Karena apa yang kita tanam itu yang akan kita dapatkan.

Intropeksi diri adalah hal yang penting dalam memulai semuanya.
Coba jawab pertanyaan ini
"Saat orang butuh apakah saya ada?"
"Saat mereka bicara apakah saya meresponnya?"
"Apakah saya menganggap orang lain penting?"

Stop menjadi orang yang paling menderita atau teraniaya, dan mulai mejaga interaksi agar selalu baik dengan orang lain karena menjalin pertemanan itu susah, sebaliknya mencari lawan itu sangatlah mudah.

:v mohon maap tulisan ini hanya untuk menghilangkan kekesalan aja✌

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahun Baru yang Hampir Setengah Tahun

Adalah Pokoknya

(Bukan) Hidup untuk sekedar hidup