Edisi "Maaf" Dari Walag
Kita pernah sedekat nadi
Penggalan lirik lagu ini ternyata ngena banget untuk orang-orang yang begitu dekat, akrab atau sejenisnya yang kemana-mana selalu ngajak satu sama lain. Bukan hanya ngajak main, ngaji ataupun pulang bareng tapi juga bohongin guru bahkan orang tua biar gak kena marah, yang kadang ngajak nyuri buah tetangga yang masih ada di pohonnya kalau lagi main sepedaan atau pulang bareng.
Pertemanan yang kadang rumah bahkan orang tua dan kakak temannya udah kayak punya sendiri. Orang-orang dimana hari ini belum kelar sudah pada asik bahas besok pulang sekolah main apa.
Sedekat itu, walaupun gak sedekat nadi sih.
Semua punya masanya, kanak-kanak tidak akan menjadi kepunyaan manusia selamanya. Sama halnya dengan waktu yang terus berjalan tanpa mau berhenti sedetik untuk siapapun, manusia juga sama masa menuntut untuk membuat keputusan yang akan menentukan mereka menjadi seperti apa dimasa mendatang.
Orang-orang yang sudah berteman semenjak masih belum berwujud melewati taman kanak-kanak hingga sekolah menengah dasar, syukur-syukur hingga sekolah menengah atas.
Pertemanan lintas umur yang lebih menyenangkan lagi, gerombolan anak-anak manusia dengan umur-umur yang beragam mulai dari yang junior hingga ter ter senior yang udah kayak kakak adik dan tetap gak main kasihan kalau sudah main bareng.
Oke balik..
Gak ketemu selama 10 tahunan, gak pernah kabar-kabaran karena udah pada punya kesibukan masingasing dengan orang dan tempat yang lain, kalau bahasa sekalang namanya lost contact benar-benar gak ada kabar.
Finally setelah selesai dengan masa asing selama itu, masanya buat kembali anggap saja kembali ke rumah karena udah kelar kuliah, dapat kerja tetap, atau mau hajatan karena sudah ketemu teman hidup.
Dan benar rumah masa kecil itu, atau rumah gadang akan menjadi tempat terbaik untuk berkumpul.
Disatu momen kejadian tu dimana orang-orang tadi disatu moment yang sama kembali dipertemukan, bukan karena janjian tapi ada aja keperluan yang akhirnya membuat semua atau beberapa bertemu.
Kalau kalian salah satu dari orang tersebut coba bayangin ketika loe di posisi itu, apa yang akan lo lakuin dan apa situasi yang diharapkan.
Semua tentu pastinya mengharapkan pas itu terjadi situasinya kalian sama-sama nyadar lalu senyum bersamaan dan akhirnya minmal salaman deh nggak usah pelukan dan akhirnya tukaran kontak dan duduk bareng sambil bahas apa aja yang sudah dilalui dan mungkin saling tanya kabar teman-teman yang lainnya.
Buat kalian atau loe yang mengharapkan dan melakukan kayak gitu, keren banget sih.
Atau kalian adalah orang-orang yang dihadapkan dengan situasi yang kebalikannya, bahkan mungkin saja loe yang membuat situasi yang gak enaknya terjadi.
Situasi dimana momen kalian sama-sama sadar kalau saling kenal bahkan tatapan satu sama lain udah ketemu eh tau-taunya malah sama-sama memilih dan mengalihkan pandangan, biasanya sih cuma karena dua hal pertama karena insecure atau karena sombong aja. Hahaha
Udah cukup cuman dua baris itu yang sekarang menarik.
Komentar
Posting Komentar