Salam Kangen Buat Si Mpus


Kehilangan bagi manusia adalah satu hal yang pasti, ada yang butuh waltu buat merelakan dan ada juga yang nggak tau sampai kapan bisa ikhlas. Bukannya tidak mau berlapang dada tapi sadar saja jika tiap detik itu gak bakalan bisa terulang lagi.

Mewakili siapapun, entah suara ini diterima ataupun tidak. Salah satu kehilangan terpedih dan sulit buat nggak mewek adalah ketika si kesayangan yang selalu berlagak bak majikan itu harus hilang dari hari-hari si babunya. Apapun sebutannya, namanya, panggilan kesayangannya pokoknya Mpus. Bukan apa-apa sedih aja karena tau dia kalau sudah mati bakalan jadi tanah, nggak bakalan bangkit lagi.

Eh Nye, Mpus, atau apalah nama kalian, anabul hewan berbulu yang punya tempat istimewa bahkan sudah dianggap anak sendiri sama seseorang.

Mewakili beberapa orang yang kadang suka melakukan pemaksaan buat kalian, maksudnya yang kadang suka maksa meluk kalian meskipun kalian udah meraung dan nyakar-nyakar kita. Maaf kalau suka jahil isengin kalian dengan mengguncang plastik makanan hingga kalian berlarian ke rumah dan mendekat. Dan semua kejahilan lain deh. Kami yakin kalian tau kalau itu bentuk sayang kami. Maaf ya Mpus.

Mau tau sesuatu nggak Mpus, entah kenapa tiap ngejahilin kalian rasanya dunia kembali menjadi menyenangkan, apalagi saat kalian maksa kabur pas di peluk dan kita main kejar-kejaran. Hehe bahkan bagi kalian yang sedikit bar-bar biar kami berhenti ngejar kalian mungkin manjat pohon atau naik ke genteng menjadi jalan ninja kalian ya.

Entahlah kami manusia juga nggak paham kenapa pas pertama buka pintu rumah,  masuk kalian selalu menjadi tujuan terbaik buat disapa terlebih dahulu. Bahkan kalau kami lagi makan ayam, atau makanan kesukaan kalian kami ingat loh sama kalian. Ihhh kenapa sih kami sesayang itu?

Percaya atau nggak kehilangan kalian menjadi salah satu part sedih terlama di hidup kami, jangankan kalian mati, kalian ilang aja kami sudah panikan, dan pas kalian sakit perhatiannya buat kalian itu udah pasti seribu persen.

Oh iya buat kalian yang mungkin udah nggak sama kami (pemilik kalian) huhu aku mewakili yang lain lagi nih, mau bilang makasih sudah hadir dan menjadi tempat melepaskan penat kami selama bersama, makasih ya sudah sabar hehe, sebenarnya tau kok kalian mau nyakar kalau kami peluk paksa dan gendong nggak karuan gitu, tapi kalian milih buat sabar palingan cuman ngedumel dengan sedikit suara meraung. Haha..

Salam rindu nye, huhu pengen peluk..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahun Baru yang Hampir Setengah Tahun

Adalah Pokoknya

(Bukan) Hidup untuk sekedar hidup