E, Santai Dikit Kenapa


Beberapa hari yang lalu saya mencoba ikutan trend meminta pesan dari orang lain tanpa mengetahui siapa pengirimnya, tapi kali ini bukan itu poin pentingnya. 

Semua berawal ketika saya dan beberapa teman tiba-tiba membahas pendapat masing-masing tentang trend tersebut, dan ternyata mereka sudah mencobanya dan mengatakan hal itu menyenangkan.

Berbeda dengan saya yang tidak tertarik dengan hal seperti itu akhirnya kami terjebak diskusi yang berujung saya mencobanya seperti saran mereka. Bukan karena paksaan tapi opini mereka yang jika dipikir cukup benar.

"E, sesekali coba buat santai, terkadang apa yang kita anggap buang-buang waktu itu punya dampak baik tersendiri E, coba dulu baru simpulkan baik atau nggaknya,"

Kalimat yang dilontarkan mereka sambung-sambungan satu dan lainnya itu meskipun dalam keadaan bercanda saja, nyatanya gurauan mereka menjadi sesuatu yang harus dipertimbangkan. Dan benar saja setelah mencobanya ada kesenangan tersendiri yang saya rasakan, mungkin ada penjelasan secara psikologinya.

Ada yang memberi saran, ada yang memberi pandangan dan ada juga yang memberi pertanyaan. Jujur jika boleh dibilang pertanyaan-pertanyaan yang aku dapatkan tidak terlalu sulit bahkan sangat mudah namun begitu dekat.

Pandangan-pandangan mereka ternyata bisa memberi pemahaman gini "Oh jadi gini saya di mata mereka," saran dari orang-orang itu juga membuat saya sadar "Ternyata mereka menyukai saya karena saya seperti ini, ternyata ini nih sifat yang kurang baik yang harus saya kurangi, dan bla bla bla selanjutnya"

Sudah, intinya saya hanya mau mengatakan jika ternyata teman-teman saya benar, memberi pandangan terhadap suatu hal tidak cukup dengan menerka-nerka saja.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahun Baru yang Hampir Setengah Tahun

Adalah Pokoknya

(Bukan) Hidup untuk sekedar hidup