Bukan Soal Ego, Tapi Tujuan

Perihal yang telah berlalu
Non, mengapa kau masih bersikukuh menyimpannya? 
Kenapa tak menggantinya? 
Kau bisa membuat cerita lain yang lebih panjang.
Bukankah lembar yang kau coret masih terlalu sedikit? 
Lalu mengapa kau simpan dengan begitu rapat? 
Apakah karena kertas yang kau gunakan adalah semua yang kau senangi? 
Atau mungkin kau masih ingin melanjutkan alur yang sudah bertahun-tahun tak dapat kau lanjutkan?
Kalau iya saranku, sekali ini jangan egois. Akui saja jika itu tidak selesai.
Non, bukankah katamu kau memiliki banyak kisah yang harus kau tulis?
Lembar di buku spesialmu juga baru berisi beberapa lembar.
Lalu mengapa kau masih tertumpu pada hal yang tak bisa kau lanjutkan?
Aku tahu selama ini alasan-alasan itu hanya kau ada-adakan.
Kau ingat Non, saat kau bilang tinta penamu habis? 
Lalu aku berikan kau pensil, nyatanya kau bilang jika kau hanya menulis lebih baik dengan pena. 
Atau alasan lainnya sejak hampir sudan 5 tahun yang akupun sudah lupa.
Non.
Jika boleh jujur, bukumu yang kau biarkan kosong itu sudah mulai lusuh.
Warnanya sudah kecoklatan, dan aku yakin benang sambungnya juga sudah tidak kuat lagi.
Apa kau percaya Non?
Jika tidak coba kalu lihat sendiri buku itu. 
Karena aku sudah membukanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahun Baru yang Hampir Setengah Tahun

Adalah Pokoknya

(Bukan) Hidup untuk sekedar hidup