Mengeluh Dengan Bijak, Bagi Generasi Curhat Di Era Madia Sosial
Secara psikologis curhat merupakan sebuah kebiasaan yang dapat memberi dampak positif bagi
pelakunya, karena dengan bercerita akan mengurangi tekanan batin akibat segala keluh kesah yang
dipendam.
Curhat ternyata juga dapat memperbaiki mood atau suasana hati seseorang menjadi lebih
baik dan menjadi cara pelampiasan yang tidak menyakiti orang lain. Seperti halnya dikutip dari
artikel halodoc.com dengan judul “Curhat Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Mental, Ini
Alasannya”
Tren curhat juga beragam mulai dari curhat pada seseorang, ataupun curhat dengan menulis diary.
Seiring perkembangan teknologi terlebih dibidang komunikasi dan informatika hal tersebut juga
menambah variasi baru untuk cara curhat, semisal kini ada aplikasi buku diary sendiri yang tersedia
dan dapat di privasi, tersedianya blog untuk berbagi kisah dan fenomena terbaru dengan adanya
media sosial dengan fitur-fitur yang menarik serta mudah digunakan.
Salah satu contohnya adalah fitur stori di WhatsApp yang dapat dibagikan dan ditanggapi oleh
teman, fitur posingan feed instagram untuk mengupload foto ataupun video yang dilengkapi dengan
caption serta fitur like dan komen. Atau Twitter yang sangat terkenal sebagai media sosial yang
digunakan untuk galau dan mencari postingan receh.
Pada dasarnya hal semacam itu dapat dikategorikan dengan curhat, karena sama-sama
mengeluarkan uneg-uneg baik dalam bentuk suara atau hanya melalui ketikan. Curhat pada tingkat
yang tidak dapat dikontrol dapat menjadi over sharing yang dapat membalikan dampak yang tidak
baik bagi pelakunya semisal menimbulkan cemas berkepanjangan hingga menurunkan kesehatan
mental bahkan bisa memancing seseoorang untuk melakukan kejahatan.
Generasi Milenial yang hidup di era media sosial sering terpedaya dalam mengontol penggunaan
media sosialnya, mengutip dari satupersen.net berdasarkan penelitian yang dilakukan Martin dan
asistennya pada tahun 2013 menunjukan bahwa 46 persen dari pengguna Twitter sering nge-tweet
curhatan yang isinya emosi negatif.
Agar curhat yang seharusya memberi dampak baik diri tidak memberi dampak yang negatif
manusia terutama generasi yang hidup di era teknologi media sosial harus mampu bersikap bijak
dalam memilah dan memilih tindakan. Tidak dengan asal curhat dan membagikan suasana hati
tanpa pikir panjang hanya agar mendapatkan simpati dari orang lain, lebih baik mencoba berbicara
dan berbagi dengan orang terdekat yang dipercayai dan memahami kondisi kita, atau jika tidak ada lebih baik mengisi waktu sebisa mungkin dengan hal positif agar kamu tidak memiliki waktu lagi untuk
memikirkan masalah itu.
Komentar
Posting Komentar