Jatuh dan Kubangan

Seperti tidak pernah jatuh saja, jatuh ke kubangan saja kamu pernah.
Sampai-sampai teman-temanmu menertawai bahkan kamu juga menertawakan diri sendiri.
Saat itu dengan pakaian yang warnanya sudah hampir sama dengan tanah liat, kamu tetap santai berjalan menuju rumah sembari menertawakan beberapa hal kecil dengan temanmu.
Kamu bahkan tak ambil pusing, tak risih dengan pakaian sedikit kotor itu.
Kamu mungkin juga tak menghiraukan jika orang lain bisa tahu apa yang kamu alami jika tak segera membersihkan pakaian itu.
Sekarang apa takutnya jika harus jatuh Non?
Toh kamu sudah paham cara menertawai kebodohan sendiri agar tak terulang lagi.
Toh kamu sudah sejak awal tak pernah ambil pusing dengan pemikiran manusia lain.
Kalau sekarang kaki mu sakit karena jalannya yang berkerikil dan begitu banyak lubang-lubang dangkal, jangan lupa dulu itu hanya jalan setapak yang dikiri kanannya hanya ada rumput liar dan akan becek jika hujan turun bahkan hanya sedikit gerimis.
Tapi biasanya kamu senang, karena bisa bermain perosotan hingga badanmu kotor.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahun Baru yang Hampir Setengah Tahun

Adalah Pokoknya

(Bukan) Hidup untuk sekedar hidup