Menjulang dan Menjadi Pribadi yang Menyenangkan


"Mari Menjulang dan menjadi pribadi yang menyenangkan" Kalimat sederhana yang mungkin saja tak sengaja tertulis karena masa itu baru saja mendapat buku curhat baru seluruh lembaran buku sebelumnya penuh dengan tulisan dan coretan yang mungkin tidak bermanfaat sama sekali.

Kalimat sederhana yang tak sengaja terbaca lagi meskipun bukunya belum tergantikan dengan buku lainnya yang mungkin sudah hampir 2 tahunan.

Lucunya, hal ini sedikit membuatku sadar jika semakin hari aku semakin malas "menulis". 

Semakin hari jelas jika aku sudah semakin jarang memperhatikan diri sendiri. Karena biasanya dulu, aku tak pernah melewatkan untuk tidak menulis satu hal pun yang aku lewati.

Dan yang paling jelas, saat ini aku benar-benar menjadi pemalas bahkan hanya sekedar membolak balik buku untuk membaca tulisan sendiri.

Miris memang, tapi kalau dipikir-pikir tidak semuanya buruk. Setidaknya aku bisa berdalih jika aku sedang mencoba kehidupan dengan nuansa Baru.

Atau bahkan aku bisa bangga mengatakan jika setiap hal kini sudah bisa aku susun dengan rapi didalam memori otak ini, mungkin saja kapasitasnya bertambah entah sejak kapan dan karena apa.

Kalimat sederhana yang bisa dibaca cukup dengan satu detik itu ternyata tadi membuatku tertegun cukup lama, sembari sedikit terharu juga sebenarnya. Ternyata sesayang aku pada diri sendiri.

Entah karena umur yang semakin dewasa dan pemikiran yang semakin matang atau bahkan hati saja yang semakin perasa dan diri yang semakin bisa mengikuti alur takdir.

Kataku dulu Menjulang itu harus lebih tinggi dari yang lain, dan aku bisa diterima disegala tempat dan hal barulah aku berhasil menjadi pribadi yang menyenangkan.

Nyatanya hari ini imajinasi ku tak berujung pada kekecewaan, aku memahami jika aku benar-benar telah menjulang menjadi versi lain yang lebih tinggi, lebih merekah dan lebih berwarna dari sebelumnya.

Hari ini aku menyadari jika aku benar bisa menjadi pribadi yang menyenangkan untuk diriku sendiri. Pribadi yang tak takut memberi dan mendapat penolakan, yang tak risih jika tak dihiraukan, dan pribadi yang kini tak begitu peduli hanya sekadar untuk dipuji. 

Harusnya aku selalu mengucap syukur sebab Tuhan selalu membuat orang lain melihat begitu menyenangkan dan membahagiakannya hidupku. 
Kalau kata ku, kata mereka "Kapan hidupku bermasalah?"


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahun Baru yang Hampir Setengah Tahun

Adalah Pokoknya

(Bukan) Hidup untuk sekedar hidup