Teruntuk Sebuah Nama

Teruntuk sebuah nama,
Setelah beberapa masa, akhirnya kita bertemu kembali.
Dengan nuansa yang mungkin juga masih sama-sama kita suka.
Namun bedanya jika dulu kita bisa bertegur sapa,
Saat ini bahkan aku tak sanggup bahkan hanya untuk sekedar menyapa.
Namun aku begitu senang melihat mu sekilas,
Seolah sedang tidak menyadari keberadaanmu.

Teruntuk Seseorang yang memiliki nama tersebut.
Aku harus jujur jika sebenarnya aku tak setenang itu,
Jika, kau memperhatikanku.
Jiwaku menuntut untuk lari sejauh-jauhnya, dan otak ini selalu memusatkan perhatian mataku pada posisimu.
Aku takut, perasaan-perasaan diluar kendali itu kembali lagi.
Sementara beberapa saat yang cukup lama kemarin,
Dalam perjalanan melupakanmu saja, rasanya hari-hariku benar-benar sudah sangat kacau.
Hingga akhirnya aku sudah mulai lupa bagaimana suaramu, dan seperti apa senyumanmu itu.
Tapi sialnya beberapa saat saja bertemu setelah semua itu,
Menyadarkan ku, jika ternyata aku benar-benar masih menyimpan segalanya.
Bukan segala tentang kita, tapi segala hal tentang mu.

Untuk pemilik nama tersebut,
Percayalah, aku melihatmu.
Namun aku berusaha untuk tidak mengenalimu dan mengendalikan diriku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahun Baru yang Hampir Setengah Tahun

Adalah Pokoknya

(Bukan) Hidup untuk sekedar hidup