Soal "Indera" Seluruh Manusia
Memanfaatkan panca indera dalam kehidupan ternyata tak sesederhana seperti penjabaran biologi saja. Ada banyak titik temu yang saling berkesinambungan jika dilihat dari perspektif lainnya.
Semakin bertambah usia, sejalan dengan pengalaman yang diberikan oleh kehidupan ternyata akan semakin memberikan gambaran yang semakin jelas tentang apa, bagaimana dan seperti apa panca indera itu. Terutama mata, mulut, dan telinga.
Namun nampaknya beberapa manusia yang hidup itu nampaknya melewatkan gambaran tersebut dengan menutup inderanya sendiri. Beberapa atau bahkan semuanya, hingga munculah jenis manusia yang mati rasa akan sosial dan lingkungan.
Tingkatan diatasnya bisa dikatakan adalah orang-orang yang selalu membawa kepentingan pribadi dalam segala lini kehidupannya. Meskipun melihat, mereka buta dan gagal melihat kehidupan manusia lain disekitarnya.
Meskipun memiliki pendengaran yang sangat baik, mereka tuli dan gagal mendengarkan dan memahami dengan hati bagaimana orang-orang lain.
Dan meskipun lincah berbicara, mereka bisu untuk menyuarakan kebersamaan dan begitu lantang menyuarakan dirinya sendiri.
Hal itu menjadi dasar munculnya ego yang berlebihan untuk diri sendiri, sehingga berdampak pada keinginan menunjukan eksistensi keberadaan mereka kepada manusia lain meskipun sering kali mereka sadar dengan sangat jika telah melampaui batas.
Mematikan indera dengan sengaja untuk perspektif sosial, membuat mereka merasa besar dan diagung-agungkan meskipun pada kenyataannya tidak bagi orang lain.
Namun sayangnya orang-orang ini lupa bahma manusia lain juga punya indera mereka sendiri yang mungkin saja tidak mereka matikan.
Jika saja mereka sedikit mau bertenang dan mengamati dengan memakai sedikit indera yang mereka punya, pastilah mereka akan paham jika ada mulut lain yang berbicara tentang dia, mereka akan melihat jika ada mata lain yang sudah melihat semua hal yang dia lakukan, dan ada banyak telinga dari manusia lain yang mendengar.
Mereka terlalu bersemangat melampaui batas dan menunjukan eksistensinya kepada manusia lain yang tidak buta, melalui manusia lain yang juga tidak bisu.
Seharusnya agar lebih sempurna mereka paham sedikit hal ini.
Sehingga jatuhnya mereka tidak "mempermalukan diri sendiri"
*Btw ini hanya pandangan pribadi jadi cukup baca aja
Komentar
Posting Komentar